Membahas tentang syukur maka terlebih dahulu diuraikan persoalan nikmat, sebab antara keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling keterkaiatan. Apa yang dimaksud dengan nikmat itu?. Imam Ghazali merumuskan “ setiap kebaikan, kelezatan, kebahagian, bahkan setiap keinginan yang terpenuhi, tapi nikmat yang sejati ialah kebahagian hidup ukhrawi, hari kemudian yang abadi”.
Nikmat yang diperoleh dan dirasakan dalam kehidupan ini ada dua,
Pertama, nikmat yang bersifat fitri atau asasi, yaitu yang dibawa oleh manusia ketika lahir. Sebagaimana Firman Allah. “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl:78)
Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh eddy setiawan