Cinta Seorang Hamba

17 April 2012

Seorang yang sangat mencintai sesuatu, hatinya senantiasa rindu akan yang dicintainya, hatinya telah diikat kuat oleh apa yang dicintainya, kalau mendengar orang menyebut suatu hal yang dekat dengan apa yang dicintai atau yang ada hubungan dengannya, hatinya akan berdesir, bergetar, apalagi dengan menyebut langsung nama yang dicintainya itu, akan bertambah kencang desiran dan getaran hatinya.
Seseorang akan merasa tidak nyaman, jiwanya tidak akan tenang, resah gelisah, kalau jauh dari apa yang dicintai dan mengasihinya, bukankah seorang bayi akan menangis kalau sang ibu yang mencintai dan melindunginya tidak ada disampingnya.

Cinta itu membelenggu hati, orang yang mencintai kekasihnya. Yang mencintai menjadi hamba oleh yang dicintainya. Orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah akan bergetar hatinya kalau disebut nama-nama Allah SWT, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah akan bertambah keimanan mereka, ini diisyaratkan dalam Alqur.an
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ( Q.S.Al Anfal ayat 2 )
Baca entri selengkapnya »


Sifat Kasih Rasulullah saw

24 Desember 2009

Dalam suatu khutbahnya Rasulullah s.a.w. menyeru supaya manusia berbuat baik kepada sesama terutama terhadap anak-anak yatim, janda-janda dan juga kepada binatang.

Pada suatu hari baginda berjalan pulang ke rumahnya, lalu dilihat seekor kucing sedang tidur dengan anak-anaknya di atas jubah yang hendak dipakainya. Sikap baginda yang mencintai binatang, beliau pun menggunting bagian jubah yang ditiduri kucing lalu beliau memakai jubah yang tersisa, sehingga kucing-kucing tersebut tidak terganggu.
Baca entri selengkapnya »


Pentingnya Sabar

16 Desember 2009

Menurut Imam Al-Ghazali sabar adalah meninggalkan seala macam pekerjaan yang digerakkan hawa nafsu, dan tetap pada menegakkan agama meskipun bertentangan dengan kehendak hawa nafsu, semuanya karena mengharapkan kebahagian hidup di dunia dan akhirat.

Maka sabar merupakan sebuah perjuangan (jihad) untuk mengekang hawa nafsu dan kembali ke jalannya Allah. Dengan keadaan yang demikian, sabar menjadi sebuah sifat yang sangat berat. Firman Allah : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,’ (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah : 45-46).
Baca entri selengkapnya »


Cinta dan Keakraban Ilahi

11 Desember 2009

Keakraban adalah kebersamaan yang dicapai dengan cinta. Begitu banyaknya kesamaan diri kita dengan Allah sehingga kita akan merasakan begitu dekat dengan-Nya. Diri kita memang tidak bisa dipisahkan dengan-Nya karena kita semua berasal dari-Nya, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Seperti laut dan gelombangnya, lampu dan cahayanya, api dan panasnya; berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan. Allah dan makhluk-Nya, berbeda tetapi tak bisa dipisahkan. Kita tidak bisa mengatakan bahwa laut sama dengan gelombang, lampu sama dengan cahaya, atau api sama dengan bara, demikian pula kita tidak bisa mengatakan bahwa makhluk sama dengan Khaliq.

Lautan cinta pada diri seseorang akan mengimbas pada seluruh ruang. Jika cinta sudah terpatri dalam seluruh jaringan badan kita maka vibrasinya akan menghapus semua kebencian. Sebagai manifestasinya dalam kehidupan, begitu bertemu dengan seseorang, ia tersenyum, sebagai ungkapan dan tanda rasa cinta.
Baca entri selengkapnya »


Gubernur dan Wanita Jelata

6 Desember 2009

Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menghamburkan uang dinar di hadapan mereka. Semuanya saling berebutan memungut uang itu dengan senangnya. Tetapi ada seorang wanita janda, kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi bertindak seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.

Dengan heran sang Gubernur bertanya, “Mengapa kamu tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetanggamu ?” Wanita itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya perlukan bukan dinar melainkan bekal akhirat.” “Maksud engkau?” tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu. “Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”
Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.