Tasawuf dan Permasalahannya

Pendapat kebanyakan orang yang mengatakan bahwa tasawuf tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits. Hal itu ada benarnya bagi oranya tidak mau berpikir dan mempelajari ilmu-ilmu agama. Tetapi bagi orang yang berpikir, mereka akan berkata : ilmu fiqih, ilmu hadits, ilmu tauhid, ilmu nahwu, ilmu sharaf, balagah, bayan dan lain-lain, semuanya itu juga tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits. Namun seluruh uamt Islam di dunia menerima ilmu-ilmu tersebut sebagai ilmu agama Islam dan diajarkan kepada generasi muda umat Islam.

Ada juga sebagian umat yang menyatakan bahwa ilmu tasawuf adalah bid’ah karena tidak ada dalam Al-Qur’an dan hadits. Memang nabi Muhammad diutus bukan untuk merumuskan dan membuat defenisi. Tetapi para ulamalah yang kemudian memperhatikan persoalan tersebut dari segala segi dengan mempelajari Al-Qur’an dan hadits yang ada kaitannya dengan masalah tasawuf. Demikian juga dengan ilmu-ilmu agama islam di atas.

Menurut Prof.Dr. Hamka, “tasawuf adalah ilmu yang timbul sejak adanya agama Islam itu sendiri, tumbuh dalam jiwa pendiri Islam itu sediri yakni Nabi Muhammad SAW, disauk airnya dari Al-Qur’an.”

Imam Qusyairy berpendapat bahwa tasawuf adalah nama dari orang-orang shufi, ialah suatu golongan umat Islam yang menganut ajaran tasawuf. Mufradnya Shufi jamaknya Shufiyun seorang ahli tasawuf dinamakan mutasawwif, jamaknya mutasawwifun.

Ibnu Khaldun mengatakan “asal pokok ajaran tasawuf itu adalah bertekun beribadah, berhubungan langsung kepada Allah, menjauhkan diri dari kemewahan dan kemegahan duniawi, tidak suka kepada yang diburu orang banyak daripada keenakan, harta benda dan kemegahan. Bersunyi-sunyi dalam melaksanakan ibadah kepada Allah”

Terlepas dari pengertian tersebut, hakekat ajaran tasawuf telah ada dan dicontohkan pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, sudah menjadi sifat-sifat yang umum nabi dan sahabat lakukan seperti zuhud (anti keduaniaan yang berlebihan) wara’ (ahati-hati terhadap maksiat dan syubhat), qanaah (merasa cukup apa adanya) dan perasaan takut dan cinta kepada Allah dan Rasulnya melebihi cinta kepada dirinya sendiri.

Akan tetapi lama-kelamaan sifa-sifat terpuji tersebut kian berkurang diterapkan dalam kehidupan umat Islam generasi selanjutnya sehingga apabila ada orang yang melaksanakan sifat-sifat seperti di zaman Nabi itu maka orang ramai akan merasa heran memandangnya, seolah-olah hal itu aneh, dibuat-buat sendiri dan akhirnya dicap bid’ah.

Hal ini terlihat jelas setelah Khulafaurrasyidin sekita abad ke II Hijriah. Pada masa tersebut Islam mengalami kejayaannya yakni pada masa khalifah bani Abbasiyah.Mereka hidup berpoya-poya bermegah-megahan dan menyombongkan pangkat dan hartanya. Dari tingkat masyarakat atas, hingga tingkat masyarakat bawah mencontohnya kemudian menjadikannya adat istiadat bahkan menjadi sifat masyarakat.

Pada masa itulah timbulnya golongan yang menghendaki hidup sederhana, kembali ke masjid, memperbanyak shalat, zikir, tasbih dan istigfar serta do’a mengharapkan ampunan Tuhan. Mereka inilah yang hendak mengembalikan sifat-sifat di zaman Rasulullah dan zaman Sahabat. Golongan tersebut yang disebut kaum tasawuf (shufiyah). Sehingga Imam Ghazali pun berkata :” bahwa kaum shufiyah (ahli-ahli tasawuf) itulah benar-benar telah menempuh jalan yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW dan yang dikendaki Allah.(Ihya Ulumuddin).

Dari pengertian dan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa :

  • akhlak orang-orang tasawuf bersumber dari amalan dan akhlak Nabi Muhammad dan para sahabat.
  • ilmu tasawuf berdasarkan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan hadits serta amal para sahabat dan tidak ada yang menyimpang.
  • orang tasawuf menjauhkan diri dari bermegah-megahan dan berpoya-poya serta sombong dengan harta dan jabatan.
  • tetap tekun beribadah kepada Allah
  • memutuskan ketergantungan hatinya kepada selain Allah.
  • Waliahu’alam

    3 Balasan ke Tasawuf dan Permasalahannya

    1. Lambang mengatakan:

      Blog baru ya mas… Selamat ngeblog…
      Terus posting artikel-artikel yang berbobot dan mencerahkan.

      Salam Persahabatan.

    2. Lambang mengatakan:

      Loh, blog baru koq sudah dimoderasi tho? Hehehe…

      • eddysetia mengatakan:

        Maaf mas Lambang, dimoderasi baru belajar ngeblog sih masih gaptek, tapi udah disetting. Makasih atas kunjungannya.
        Salam Persahabatan.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: