Ibrahim ibn Adham

Ibrahim ibn Adham, yang meninggal pada 161 Hijriyyah. Adalah Asketis angkatan awal. Beliau putra raja dari kerajaan Balkh, Dia lebih suka menjadi Sufi. Suatu ketika Ibrahim ibn Adham, diberitahu tentang harga daging yang melonjak naik. Ibrahim ibn Adham ber kata, ” Apakah ada orang-orang meminta harganya diturunkan?” atau lebih baik orang-orang tidak usah membelinya. Ibrahim ibn Adham pula membacakan lirik : ” Di kala sesuatu menjadi mahal, niscaya aku kan meninggalkannya sehingga ia lebih murah dariharganya.” Riwayat tadi mengisyaratkan bahwa Ibrahim ibn Adham, adalah seorang asketis, dia menjauhkan diri dari hawa nafsu (makan daging) yang menghalangi kebebasannya untuk tidak memakan daging, tetapi Ibrahim ibn Adham tidak berpaling secara penuh dari hal-hal duniawi. Ibrahim ibn Adham hanya mengendalikan dirinya dari keinginan hawa nafsunya. Seperti Firman Allah, “Dan begitu pula Kami menjadikan kamu ( ummat Islam) ummat yang adil serta pilihan.” “Dan carilah apa yang dianugerahkan Allah kepadamu dari (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” Sementara dalam hadist Nabi Muhammad: “Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kamu akan mati esok hari.”

Al-Sulami meriwayatkan, beliau berkata, : “Barang siapa mengetahui yang dituntutnya, dia akan meremehkan yang dicurahkannya. Barang siapa membiarkan lepas cita-citanya, tindakannya akan menjadi buruk. Dan barang siapa tidak mengendalikan lidahnya, dia akan membunuh dirinya sendiri.” Dan kata nya pula, : “Ketahuilah, kamu tidak akan bisa mencapai peringkat orang-orang sholeh kecuali setelah kamu melewati enam pengujian:

  • 1. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kenikmatan dan membuka pintu gerbang kesulitan.
  • 2. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kemasyhuran dan membuka pintu gerbang kehinaan
  • 3. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang hidup santai dan membuka pintu gerbang kerja keras
  • 4. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang tidur dan membuka pintu gerbang jaga tengah malam
  • 5. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang kekayaan dan membuka pintu gerbang kemiskinan
  • 6. Hendaklah kamu menutup pintu gerbang cita-cita dan membuka pintu gerbang kesiapan menghadapi mati
  • Sumber : WALIJOdotCom

    Artikel Terkait :

  • Syekh Abdul Qadir Jailani
  • Ibnu Araby
  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: