Puisi Puisi Cinta Rabi’ah al-Adawiyah

8 Februari 2015

Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta
Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu
Cinta digenggam walau apapun terjadi
Tatkala terputus, ia sambung seperti mula
Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga
Menikmati pertemuan indah dan abadi
Tapi tak jarang bertemu neraka
Dalam pertarungan yang tiada berpantai

Aku mencintai-Mu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
Bagi-Mu pujian untuk semua itu Baca entri selengkapnya »

Iklan

Puncak Kenikmatan Orang-Orang Arifin

8 Februari 2015

Al-Ghazali

Perlu Anda ketahui, manakala dalam diri Anda dikehendaki rindu bertemu Allah, dan berhasrat untuk mengetahui keagunganNya; suatu kerinduan dan kecintaan yang lebih dibandingkan dengan hasrat seksual dan makan, maka Anda akan mendapatkan pengaruh surga kema’rifatan dan taman-tamannya. Lebih dari surga yang dijanjikan dengan hasrat-hasrat empiris.

Hasrat kema’rifatan seperti itu tercipta bagi orang-orang arif, dan bukan bagi Anda yang senantiasa berpikir pada hasrat fisik. Misalnya, Anda tercipta untuk berhasrat pada kedudukan atau pangkat. Namun hasrat seperti ini tidak ada dalam benak anak-anak kecil. Anak-anak hanya punya hasrat bermain belaka. Anda pun heran, terhadap pola pikir anak-anak kecil itu yang begitu asyik dengan permainan-permainannya. Yang sama sekali tiada pernah berhasrat pada kedudukan sebagaimana yang ada dalam benak Anda. Orang-orang arif pun heran terhadap diri Anda, karena keasyikan Anda pada hasrat kedudukan dan pangkat, sementara dunia dengan keanekaragamannya bagi orang-orang arif hanyalah permainan dan senda-gurau belaka. Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: