Puncak Kenikmatan Orang-Orang Arifin

8 Februari 2015

Al-Ghazali

Perlu Anda ketahui, manakala dalam diri Anda dikehendaki rindu bertemu Allah, dan berhasrat untuk mengetahui keagunganNya; suatu kerinduan dan kecintaan yang lebih dibandingkan dengan hasrat seksual dan makan, maka Anda akan mendapatkan pengaruh surga kema’rifatan dan taman-tamannya. Lebih dari surga yang dijanjikan dengan hasrat-hasrat empiris.

Hasrat kema’rifatan seperti itu tercipta bagi orang-orang arif, dan bukan bagi Anda yang senantiasa berpikir pada hasrat fisik. Misalnya, Anda tercipta untuk berhasrat pada kedudukan atau pangkat. Namun hasrat seperti ini tidak ada dalam benak anak-anak kecil. Anak-anak hanya punya hasrat bermain belaka. Anda pun heran, terhadap pola pikir anak-anak kecil itu yang begitu asyik dengan permainan-permainannya. Yang sama sekali tiada pernah berhasrat pada kedudukan sebagaimana yang ada dalam benak Anda. Orang-orang arif pun heran terhadap diri Anda, karena keasyikan Anda pada hasrat kedudukan dan pangkat, sementara dunia dengan keanekaragamannya bagi orang-orang arif hanyalah permainan dan senda-gurau belaka. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Sabar

7 November 2012

Setiap orang Mukmin mampu bersabar terhadap bencana yang menimpanya, namun tidak dapat bersabar atas kesenangan yang dianugerahkan kepadanya, kecuali orang yang benar (orang yang jujur)

Allah Swt. berfirman:
“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.s. Al-Anfal: 46)

Ada beberapa hal yang dikaruniakan untuk orang-orang yang sabar, dan tidak diberikan kepada selain mereka.
Allah Swt. berfirman:
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.s. Al-Baqarah: 157).

“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dan apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.s. An-Nahl: 96).

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.” (Q.s. As-Sajdah: 24).

Firman Allah Swt, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Q.s. Az-Zumar: 10).

Allah Swt. menyebutkan kata “sabar” dalam Al-Qur’an lebih dari tujuh puluh tempat.

Rasulullah Saw. bersabda, “Sabar itu separo dari iman.”
Rasulullah Saw. juga bersabda, “Di antara yang terbatas (paling sedikit) yang diberikan kepada kalian adalah keyakinan dan kesabaran yang kokoh. Barangsiapa mendapatkan bagian dari kedua hal tersebut, dia selalu memperhatikan bangun malam dan puasa siang.”

“Sabar merupakan salah satu simpanan dari simpanan-simpanan surga.”

Pada suatu kesempatan Nabi Muhammad Saw. ditanya tentang iman, beliau menjawab, “lman itu adalah sabar.”

Nabi Isa as. pernah bersabda, “Sungguh, kalian tidak akan mengetahui apa yang kalian senangi, kecuali dengan kesabaran kalian atas apa yang kalian benci.”
Baca entri selengkapnya »


Pentingnya Puasa Bathin

30 Juli 2012

Puasa, secara bahasa berarti imsak (menahan, menghentikan, atau mengendalikan). Dalam dunia tasawuf, yang dimaksud puasa adalah menahan atau mengendalikan hawa nafsu, yang kalau ia tidak terkendali akan menjadi sumber dan penyebab terjadinya berbagai dosa dan kejahatan, baik dosa lahir(melibatkan fisik atau badan) maupun dosa batin yang dapat mengotori dan merusak kesucian jiwa. Jadi lingkup hawa nafsu di sini bukan cuma mengekang nafsu makan dan nafsu seksual saja. Pengendalian nafsu yang merupakan inti dari puasa itu dengan sendirinya dapat menghindarkan manusia dari segala dosa.

orang yang berpuasa tetapi masih juga melakukan berbagai dosa, baik dosa lahir maupun dosa batin, berarti dia tidak mampu mengendalikan nafsu, dan karena itu puasa yang dilakukannya tidak bernilai sama sekali. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, pada bulan Ramadan ada seorang wanita mencaci maki pembantunya. Ketika Rasalullah mengetahui kejadian tersebut, beliau menyuruh seseorang untuk membawa makanan dan memanggil wanita itu, lalu Rasulullah bersabda, “makanlah makanan ini”. Wanita itu menjawab, “saya ini sedang berpuasa ya Rasulullah.” Rasululah bersabda lagi, “Bagaimana mungkin kamu berpuasa padahal kamu mencaci-maki pembantumu. Sesunguhnya puasa adalah sebagai penghalang bagi kamu untuk tidak berbuat hal-hal yang tercela. Betapa banyaknya orang yang berpuasa, dan betapa banyaknya orang yang kelaparan.”

Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa orang yang hanya menahan lapar dan dahaga saja, tetapi tidak sanggup mewujudkan pesan moral di balik ibadah puasa itu, yaitu berupa takhalli dari dosa lahir dan batin, maka puasanya itu tidak lebih dari sekedar orang-orang yang lapar saja. Hal ini sesuai juga dengan hadits Nabi yang lain, “Banyak sekali orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.”
Baca entri selengkapnya »


Pentingnya Sabar

16 Desember 2009

Menurut Imam Al-Ghazali sabar adalah meninggalkan seala macam pekerjaan yang digerakkan hawa nafsu, dan tetap pada menegakkan agama meskipun bertentangan dengan kehendak hawa nafsu, semuanya karena mengharapkan kebahagian hidup di dunia dan akhirat.

Maka sabar merupakan sebuah perjuangan (jihad) untuk mengekang hawa nafsu dan kembali ke jalannya Allah. Dengan keadaan yang demikian, sabar menjadi sebuah sifat yang sangat berat. Firman Allah : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,’ (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah : 45-46).
Baca entri selengkapnya »


Kapankah Kiamat Terjadi?

1 Desember 2009

Kapan Kiamat terjadi ?, Sebuah pertanyaan yang tidak sanggup kita untuk mengkaji kapan kiamat terjadi. Pertanyaan tersebut selalu muncul dan banyak manusia yang berupaya melakukan penyelidikan dengan berbagai disiplin ilmu untuk menjawab persoalan tersebut.

Tahun 2009 kembali dunia dihebohkan dengan sebuah film 2012 tentang kiamat, membuat orang seluruh dunia ingin menyaksikan secara utuh film tersebut, sehingga terjadi antrian dan sulitnya mendapatkan tiket bioskop untuk menontonnya, hal ini terjadi hampir di seluruh dunia. Apakah ini salah satu tanda kiamat?

Islam sendiri memandang kiamat adalah sebuah urusan Tuhan dan manusia tidak akan mampu mengetahui kapan, bagaimana kiamat itu terjadi. Firman Allah . “Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.” (QS.Asy Syura:18).

Bagi umat islam keimanan dan keyakinan kepada hari kiamat adalah wajib. Meskipun hari kiamat itu ghaib, maka tetaplah tekad kita baik di hati, lisan perbuatan untuk tetap mengimaninya, meskipun demikian ajaran Islam telah memberikan indikasi dan fenomena akan terjadinya kiamat dengan berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.

Tanda-tanda hari kiamat:

  • Matahari dan bulan bertabrakan dan tidak bercahaya
    Firman Allah “dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan,” (QS. Al-Qiyaamah : 8-9)
  • Baca entri selengkapnya »


    Segeralah Bertaubat

    30 November 2009

    Perintah dan ajuran taubat dalam Islam bersumber kepada Al-Qur’an dan sunnah. Menurut Al-Qur’an, kendatipun manuisa menurut fitrahnya suci dan baik, namun manusia tidak terlepas dari kecendrungan berbuat zalim, kafir, sombong, tergesa-gesa dan putus asa. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan dan menganjurkan kepada manusia untuk bertaubat dan meminta ampunan-Nya. Allah SWT akan menerima taubat dan mengampuni dosa dan kesalahan manusia, asalkan manusia mau bertaubat dan meminta ampun dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

    Taubat itu sendiri berarti kesadaran dan penyesalan akan dosa dan kesalahan yang diperbuat dan berniat akan memperbaikinya. Taubat juga berarti kembali kepada agama yang benar. Taubat adalah hak setiap manusia, baik berdosa ataupun tidak, yang menyelamatkan manusia dari kehancuran setelah mereka melakukan perbuatan dosa dan maksiat.
    Baca entri selengkapnya »


    Cara Bersyukur Kepada Allah SWT

    29 November 2009

    Membahas tentang syukur maka terlebih dahulu diuraikan persoalan nikmat, sebab antara keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling keterkaiatan. Apa yang dimaksud dengan nikmat itu?. Imam Ghazali merumuskan “ setiap kebaikan, kelezatan, kebahagian, bahkan setiap keinginan yang terpenuhi, tapi nikmat yang sejati ialah kebahagian hidup ukhrawi, hari kemudian yang abadi”.

    Nikmat yang diperoleh dan dirasakan dalam kehidupan ini ada dua,
    Pertama, nikmat yang bersifat fitri atau asasi, yaitu yang dibawa oleh manusia ketika lahir. Sebagaimana Firman Allah. “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl:78)
    Baca entri selengkapnya »


    %d blogger menyukai ini: